Beli Oleh-oleh khas Lombok di Sasaku

Beli Oleh-oleh khas Lombok di Sasaku
Aku masih ingat, dikala honeymoon di Senggigi, Lombok pada permulaan Maret 2013, aku dan suami wajib menumpang taksi menuju warung oleh-oleh di sentra kota selama 1,5 jam. Itu bahkan yang memberi nasihat yakni driver taksi Blue Bird yang mengangkut kami dari hotel Holiday Inn Resort, Senggigi ke Mataram Mall, dikala itu satu-satunya mall di Lombok. Jadi, kami dapat dibilang rental taksi Blue Bird seharian, rutenya: hotel-Mataram Mall-warung Phoenix-hotel. Seandainya tak salah, argonya sekitar Rp200 ribu dikala itu.

Baca : Jual mug polos

Dikala raker tahunan minggu lalu, aku singgah di pusat oleh-oleh Sasaku yang terletak di Jl. Raya Senggigi, Lombok. Ini yakni outlet kedua sesudah outlet Jl. TGH Lopan, Cakranegara, Mataram. Dari The Santosa Villas and Resort, cuma butuh sekitar 20 menit berkendara untuk tiba di Sasaku, Senggigi. Aku berterima kasih ada Sasaku. Seandainya suatu hari balik ke Senggigi, ngga perlu pergi jauh-jauh buat belanja oleh-oleh khas Lombok. Aku sempat ragu, harga oleh-oleh khas Lombok mahal ngga ya? Penampilan bangunan tokonya baik dan bersih. Well, sometimes we do judge the book by its cover, right?

Menjelang Sasaku, zona sebelah kanan yakni display perhiasan dan mutiara meskipun sisi kiri memasarkan F&B buat refreshment. Luas Sasaku ini hampir menyamai lapangan futsal sewaan. Zona warung terbagi menjadi zona t-shirt untuk laki-laki, kain tenun, pashmina, baju untuk perempuan, gantungan kunci, aksesoris, pernak-pernik, dan makanan. Cukup komplit ya, seperti di Mirota di Yogya dan Krisna di Bali. Aku berdecak terkagum atas desain sablonan t-shirt oblong Sasaku. Yap, Sasaku yang memproduksi sendiri t-shirt oblongnya dan menyimpan tag merek Sasaku pada t-shirt.

Desainnya modern, kekinian, dan nggak boring. Tahu kan, desain standar t-shirt oleh-oleh yang mainstream itu seperti apa? Sayang, t-shirtnya didominasi warna hitam dan putih. Harganya bervariasi mulai dari Rp85 ribu sampai Rp100 ribuan. Seandainya dibandingi dengan t-shirt oblong sablonan khas Joger atau Dagadu, harganya relatif tak jauh berbeda. Tapi, dengan bahan yang serupa, aku dapat membeli tiga t-shirt seharga Rp100 ribu di Malioboro, Yogya atau Krisna, Bali. Aku tak terlalu pay attention zona perempuan, gantungan kunci, aksesoris, dan pernak-pernik sebab cuma konsentrasi mencari t-shirt untuk suami dan camilan khas Lombok. Sekilas aku melirik pashmina yang dihargai Rp90 ribu dan pouch kain ukuran sedang seharga Rp60 ribuan.

Aku bahkan melipir ke zona makanan yang tentunya banyak ragamnya. Seingat aku, panganan khas Lombok itu yang ada embel-embel rumput laut, plecing, dan manisan berbahan sayuran. Pokoknya aku memilih makanan yang ada kandungan rumput laut dan plecing. Harganya juga bervariasi, mulai dari ribuan rupiah sampai seratus ribuan rupiah. Jangan lupa dicek masa kadaluarsanya. Peyek kangkung rumput laut Rp28 ribu, peyek seledri rumput laut pedas Rp28 ribu, plecingan opak-opak singkong keju Rp28 ribu, dan rengginang singkong rumput laut Rp15 ribu. Aku tak terlalu lama mengantre di kasir sebab kasirnya dibuka empat counter dan pergerakannya cukup kencang. Kasir membungkus belanjaan dengan paper bag cokelat bertuliskan Sasaku beserta logo. Terkesan eksklusif kan? ( Baca juga : Souvenir mug murah )

Mereka juga menyediakan kardus berlogo Sasaku secara cuma-cuma dan dikemas di counter kasir juga. Berbeda sekali dengan Krisna yang membebankan tarif packing dan handling dengan kardus di daerah terpisah dan Mirota yang masih gunakan kantung plastik. Aku sungguh-sungguh menganjurkan warung oleh-oleh Sasaku ini untuk yang bertamasya di sekitar Senggigi. Tak perlu repot berkendara ke wilayah Ampenan atau Cakranegara seandainya Anda mempunyai waktu yang terbatas.