Perbandingan Keunggulan dan Kekurangan dari 3 Jenis Mesin Las

mesin las

Las (welding) yakni salah satu teknik penyambungan logam dengan metode mencairkan beberapa logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menciptakan sambungan yang kontinyu.

Salah satu metode menyambung dua komponen logam ini bisa dengan memakai kekuatan panas. Lalu dari manakah kekuatan panas hal yang demikian didapat? Pada permulaan abad ke-20, kekuatan panas didapat dari pembakaran gas acetylena atau yang lebih diketahui dengan nama las karbit.

Pada Perang II pemakaian las listrik sebagai sumber kekuatan panas mulai diaplikasikan secara massal.

Las busur listrik atau lazim disebut las listrik yakni las dengan memakai nyala busur atau percikan listrik sebagai sumber panas yang dituntun ke permukaan logam yang akan disambung.

Sumber panas yang diciptakan pada las listrik dimunculkan oleh busur api arus listrik, yang mengalir antara elektroda las dan obyek atau benda kerja.

Komponen logam atau benda kerja yang terkena busur listrik hal yang demikian akan mencair, demikian juga elektroda yang menciptakan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus hingga habis.

Logam cair dari elektroda dan dari beberapa benda kerja yang akan disambung itu bercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian logam itu membeku karenanya tersambunglah kedua logam hal yang demikian secara permanen.

Ragam sambungan hasil dari las listrik ini yaitu sambungan konsisten.  Arus yang diaplikasikan untuk pengelasan bisa berupa arus AC ataupun DC, tergantung mesin las yang diaplikasikan. Gambar di bawah ini membuktikan cara kerja welding pada mesin las.

Ragam arus ini yang membedakan jenis-jenis mesin las listrik. Berikut ini pembahasan dari masing-masing ragam mesin las listrik hal yang demikian :

 

1. Mesin Las Ganda (AC – DC)

Ragam yang terakhir adalah mesin las ganda, dimana mesin las ini kapabel mengelas dengan memakai sumber listrik arus sejajar (DC) ataupun dengan arus bolak-balik. Mesin las ganda memiliki transformator satu fasa dan sebuah penyearah atau rectifier dalam satu unit mesin.

Output arus bolak-balik diambil dari terminal lilitan sekunder transformator via regulator arus. Adapun arus sejajar diambil dari keluaran rectifier.

Pembatasan untuk memilih keluaran arus bolakbalik atau arus sejajar bisa dijalankan dengan gampang, yakni cuma dengan memutar alat pengatur arus dari mesin las. Gambar di samping ini yakni mesin las ganda (AC-DC).

Mesin las AC-DC lebih fleksibel sebab memiliki seluruh kesanggupan yang dimiliki masing-masing mesin las DC atau mesin las AC. Mesin las ragam ini acap kali diaplikasikan untuk bengkel-bengkel yang memiliki ragam-ragam profesi yang lebih bervariasi, sehingga tak perlu mengganti-ganti ragam las untuk pengelasan berbeda.

Mesin las arus ganda bisa menyuplai arus antara 25 ampere hingga 140 ampere yang diaplikasikan untuk mengelas plat – plat tipis, baja anti karat (stainless steel) dan aluminium. Dalam mengerjakan pengelasan benda kerja yang tebal, arus bisa dikendalikan dari 60 sampai 300 ampere.

 

2. Mesin Las Arus AC (Bolak-Balik)

Mesin las ini memerlukan arus bolak-balik atau lazim disebut arus AC. Arus ini yakni arus yang diciptakan oleh pembangkit lisrik , listrik PLN, atau listrik hasil generator AC.

Umumnya tegangan listrik yang diciptakan dari sumber listrik ini belum cocok dengan tegangan listrik yang diperlukan alat las, dapat jadi tegangan lebih besar atau malahan lebih kecil sehingga diperlukan alat untuk menurunkan atau menaikkan tegangan listrik ini, alat hal yang demikian adalah transformator atau lazim disingkat trafo. Gambar di samping ini yaitu model ragam las arus AC.

Trafo yang diaplikasikan pada alat las listrik di pasaran memakai trafo step down yakni trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik.

Kenapa memakai trafo step down? Sebab listrik yang disalurkan PLN masih berupa tegangan tinggi. Umumnya tegangan listrik yang didistribusikan ke tempat bisnis sekitar 20 kV walaupun yang disalurkan ke konsumen rumah tangga sekitar 220 V.

Alat las listrik di pasaran cuma memerlukan tegangan listrik berkisar 55  sampai 85 Volt.Trafo yang diaplikasikan pada alat las listrik mempunyai tenaga yang cukup besar. Supaya alat las listrik bisa mencairkan beberapa logam induk dan elektroda karenanya diperlukan kekuatan yang besar.

Dikarenakan tegangan listrik pada komponen terminal kumparan sekunder cuma kecil, karenanya untuk menciptakan tenaga yang besar perlu arus besar. Arus yang diaplikasikan untuk kelengkapan las sekitar 10 ampere hingga 500 ampere.

Besarnya arus listrik bisa dikendalikan cocok dengan kebutuhan las. Untuk kebutuhan tenaga besar dibutuhkan arus yang lebih besar pula, dan sebaliknya.Arus pada transformator bisa disetel cocok keperluan dengan memutar ulir penyetel arus.

Desain ini umumnya memungkinkan tukang las untuk bisa memilih arus keluaran dengan menggerakkan kumparan primer mendekat atau menjauh dari kumparan sekunder, menggerakkan  magnetic shunt (gulungan magnetik) ke dalam atau ke luar dari inti trafo, memakai rangkaian seri dari transduktor.

Pada transformator las AC, terdapat dua kabel yakni kabel busur dan kabel masa, dimana sekiranya kedua kabel hal yang demikian tertukar, tak akan memberi pengaruh perubahan temperature yang muncul.

Kekurangan dari mesin las arus sejajar:

– Nyala busur tak terlalu stabil

– Tak bisa dipergunakan untuk seluruh ragam elektroda

– Tak bisa diaplikasikan untuk mengelas seluruh ragam logam

– Bunyi yang diciptakan lebih berisik

 

Kelebihan dari mesin las arus sejajar:

– Busur yang menyala kecil sehingga bisa mengurangi timbulnya keropos pada gerigi las

– Kelengkapan dan perawatan lebih murah

– Kabel massa dan kabel elektroda bisa ditukar untuk memberi pengaruh keluaran

 

 

3. Mesin Las Arus DC (Sejajar)

Kecuali arus bolak balik, arus sejajar atau arus DC juga bisa menjadi sumber listrik untuk mesin las listrik. Arus listrik ini berasal dari mesin berupa dinamo listrik sejajar. Dinamo bisa digerakkan oleh motor listrik, motor bensin, motor diesel, atau alat pionir yang lain.

Mesin arus yang memakai motor listrik sebagai pionir pada awalnya membutuhkan kelengkapan yang berfungsi sebagai penyearah arus. Penyearah arus atau rectifier berfungsi dalam merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus sejajar (DC).

Arus bolak-balik yang diubah menjadi arus sejajar pada cara kerja pengelasan memiliki sebagian kelebihan, antara lain:

– Bisa memakai bermacam-macam ragam elektroda

– Nyala busur listrik yang diciptakan lebih stabil- Bisa diaplikasikan untuk mengelas plat logam yang lebih tipis

– Tingkat kebisingan lebih rendah

– Lebih fleksibel, sebab bisa diubah ke arus bolak-balik atau arus sejajar.

 

Di pasaran terdapat 2 ragam mesin las DC, yakni mesin las stasioner atau mesin las portabel. Mesin las stasioner bisa Anda pakai pada daerah atau bengkel yang memiliki jaringan listrik permanen, misal listrik PLN.

Adapun mesin las portable yang memiliki wujud relatif kecil dapat Anda pakai untuk mengerjakan las di daerah-daerah yang tak relatif murah jaringan listrik.

Seperti contohnya pulau atau tempat terpencil yang jaringan listriknya belum permanen atau listrik yang diciptakan tak stabil seperti listrik hasil sel kekuatan surya, angina, dan sumber kekuatan terbarukan lainnya.

Yang perlu dilihat dalam pengoperasian mesin las yakni pemakaian yang cocok dengan prosedur yang dikeluarkan oleh prabrik pembuat mesin, perawatan yang cocok dengan saran.

Kali gangguan-gangguan bisa muncul pada mesin las, antara lain mesin tak mengeluarkan arus listrik atau nyala busur listrik yang diciptakan lemah.

 

Baca Juga: gerinda tangan