Jangan Salah Pakai Cairan Antibocor pada Ban

bocor

Seiring bertambahnya jumlah pengguna sepeda motor di Tanah Air, produk-produk aftermarket semakin menjamur. Dari sekian banyak produk ucap saja salah satunya merupakan cairan penambal ban.

Dengan menerapkan cairan hal yang demikian pengendara sepeda motor tak perlu repot mencari bengkel tambal ban, sebab cairan hal yang demikian yang akan menutup lubang bekas paku atau benda lainnya yang menyebabkan ban bocor. Pemakaian cairan antibocor cuma direkomendasikan untuk ban motor macam tubeless bukan ban tubetype.

“Untuk ban dengan pelek racing dan jari-jari dapat, tetapi seandainya ban yang masih ada ban dalam kita akan ganti ban dalamnya sebab cairan itu tak lantas meraba ban luar. Jadi kami tak anjurkan pengaplikasian cairan antibocor untuk ban dengan ban dalam,” ujar Firman K Telaumbanua, marketing manager M-1one.

Cairan yang dimasukkan tak akan berpengaruh besar kepada berat ban, justru kata Firman pengendara konsisten merasa nyaman sama seperti ban tanpa cairan antibocor di dalamnya.

“Pada dasarnya untuk balancing memang tambah berat namun tak ada berat yang signifikan yang dapat menyebabkan kecelakaan. Melainkan cuma sedikit saja untuk motor tak terasa ada tambahan. Bila untuk kendaraan beroda empat, bannya kian lebih napak di aspal dan untuk menjalankan manufer dan akselerasi lebih nikmat masih stabil,” jelas Firman.

Untuk ban yang telah menerapkan cairan antibocor, tak ada perawatan khusus cuma saja Firman memberi masukan agar pengendara motor senantiasa membatasi angin yang ban.

“Pantas riset tak ada perawatan khusus. Energi tahannya 1 tahun 8 bulan dan untuk kendaraan beroda empat 3 tahun,” jelasnya.

Jikalau selama ini banyak yang mengangap, pengaplikasian cairan antibocor dapat menyumbat pentil ban, melainkan itu bisa dipecahkan dengan menyemprotkan angin ke pentil.

“Pada dasarnya seandainya untuk cairan kita gampang dibilas, tak menyumbat pada pentil. Saat cairan itu masuk pentil semestinya ada tembak angin bebas, baru dimasukin isi pentilnya kemudian baru tembak angin lagi. Jikalau tak dibuang dengan angin itu yang umumnya memunculkan penyumbatan,” tutup Firman.