Bakal Dilarang Pemprov DKI, Ini Skema Virtual Office

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melewati Surat Edaran PTSP No 41 Tahun 2015 yang dikeluarkan pada 2 November lalu, berencana melarang pemakaian virtual office. Kalangan pengusaha UKM dan start up mengevaluasi hal hal yang demikian bakal mematikan ruang gerak dunia usaha.

Ketua Lazim Virtual Office and Co Working Space Association Indonesia (VOACI) Anggawira mengucapkan, virtual office justru sungguh-sungguh menolong pengusaha-pengusaha kecil dan pemula. Selama ini mereka kesusahan finansial untuk menyewa ruang kantor sebenarnya.

“Virtual office menolong mereka yang pengusaha kecil. Itu semacam kantor bersama, kotak pos bersama. Sebab pengusaha kecil nggak bakal relatif murah untuk sewa kantor. Dan itu telah awam dilaksanakan di negara lain kata Singapura atau Hong Kong,” kata Anggawira dijumpai di Hotel Bidakara, Jakarta.

Dia membeberkan, skema virtual office layaknya kantor bersama, alasannya banyak pelaku usaha lebih-lebih sektor kreatif tak memerlukan ruang kantor untuk pekerjaannya, tetapi memerlukan alamat supaya dapat mendirikan perusahaan yang berbadan tata tertib.

“Kayak programer, developer teknologi kan dapat dijalankan di rumah. Jadi mereka percayakan kantornya ke pengelola virtual office Jakarta Murah. Kantornya ada, namun bersama, sebab mereka tidak dapat gunakan rumah untuk alamat kantor, hal-hal administratif ada yang mengelola, namun bersama,” ujar Anggawira.

Menurutnya, pengelola virtual office juga menyediakan banyak opsi cocok keperluan pengguna atau dunia usaha. Pengelola berperan sebagai penyedia ‘kantor’ bayang-bayang.

“Kita virtual office untuk tolong mereka, dalam satu bulan penyewa dapat gunakan ruang rapat ada yang 8 jam. Kita tempatkan orang sekretaris dan operasional di situ, namun sifatnya penggunaan bersama. Ada lagi juga kita sediakan working space yang dapat diaplikasikan, dan harga sewa jauh lebih murah, nggak mungkin bisnis pemula sepatutnya keluarkan ratusan juta untuk sewa kantor,” katanya.

Dari sisi biaya, virtual office jauh lebih murah. Ia mencontohkan, untuk sewa ruangan kantor di pinggiran Jakarta saja, harga sewa per meter Rp 150 ribu per meter sebulan.

“Kurang dari 20 meter persegi telah ratusan juta sebulan. Sekiranya sewa virtual office tarifnya cuma Rp 6-15 juta setahun. Jauh sekali bedanya, kita malahan tolong pemerintah supaya mereka resmi, dapat bayar pajak, tolong mereka dapat jalan masuk kredit,” tutur Anggawira.

 

Baca Juga : Sewa Kantor Murah